Ingat5 perkara sebelum 5 perkara. Dunia ni tempat meninggal. Bukan tempat kau tinggal. Aku Yang Menyanyah. Sidratul Muntaha di 10:00 PM. Labels: Nukilanku. Lirik Lagu Still A Friend Of Mine - INCOGNITO 3 years ago Attraction, Food, Hotel & Business Reviews in Malaysia - TheSmartLocal.
LirikLagu Nostalgia Indonesia Rebutlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Iaitu : 1) muda mu sebelum tuamu 2) sihat mu sebelum sakit mu 3) kayamu sebelum miskinmu 4) masa lapangmu sebelum sibukmu 5) hidupmu sebelum matimu. Posted by RAJASIAM at 3/14/2014 01:45:00 PM No comments:
Manusiayang seperti apakah yang dikatakan tidak merugi? yakni manusia yang memanfa'atkan 5 perkara sebelum 5 perkara. Adapun ke-5 perkara tersebut adalah : 1. Sehat sebelum sakit 2. Muda sebelum Tua 3. Kaya sebelum miskin 4. Lapang sebelum sempit 5. Hidup sebelum mati yang intinya adalah : Kita dapat memanfa'atkan semuanya sebelum
cash. Khutbah Pertamaاَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًايَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباًيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً أَمَّا بَعْدُPembukaan MuqodimahMarilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan berbagai macam nikmat yang tak terhingga jumlahnya, terutama nikmat hidayah Islam dan dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada junjungan kita Nabi yang mulia Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya dan siapa saja yang mengikuti jejaknya dengan baik hingga hari berwasiat kepada diri kami dan kaum Muslimin sekalian, marilah kita senantiasa berusaha bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semaksimal kemampuan yang kita miliki di mana pun kita berada sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam surat At-Taghabun 16,فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ“Bertakwalah kamu kepada Allah sekuat kemampuanmu!”dan Rasulullah ﷺ bersabda,اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ“Bertakwalah kepada Allah di manapun engkau berada…” [Hadits riwayat At-Tirmidzi dan dia berkata,”Hadits hasan.”]Waktu Itu BerhargaMa’asyiral Muslimin rahimakumullah,Waktu seseorang di dunia ini sangat berharga. Siapa saja yang tidak memelihara waktu dan memanfaatkan dengan baik hari-hari yang dia lalui untuk kebaikan dunia dan akhiratnya maka dia akan mengalami kerugian besar dalam hidupnya dan pasti menyesal dengan penyesalan yang tak Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَالْعَصْرِۙ ١Demi masa,اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian,اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ٣kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran. [Al-Ashr 1-3]Meskipun waktu merupakan aset yang paling berharga yang dimiliki seseorang yang tak mungkin bisa diperbaharui, namun yang mengherankan adalah justru waktu merupakan sesuatu yang paling sering dibuang secara percuma oleh para ini sebagaimana dikatakan oleh Perdana Menteri yang shaleh, Yahya bin Hubairah rahimahullah wafat 560 H,وَالْوَقْتُ أَنفَسُ مَاعُنِيْتَ بِحِفْظِهِوَأَرَاهُ أَسْهَلَ مَاعَلَيْكَ يُضِيْعُ”Waktu adalah sesuatu yang paling berharga yang harus kamu jaga. Namun aku melihat waktu justru menjadi sesuatu yang paling mudah kamu sia-siakan.” [Qimatuz zaman indal ulama’, hal 118][i]Wasiat Nabi ﷺ Lima Perkara Sebelum Lima Perkara Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,Persoalan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan persoalan yang sangat penting dan mendasar. Untuk itu, Nabi ﷺ memberikan peringatan kepada umat Islam dengan wasiatnya yang sangat terkenal dan sering kita dengar, agar benar-benar memperhatikan momen-momen penting dalam kehidupan dan memanfaatkannya dengan sebaik Al-Hakim dalam kitabnya Al-Mustadrak kemudian Imam Al-Baihaqi dalam kitabnya Syu’abul Iman serta yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma bahwa Nabi ﷺ memberi nasehat kepada seseorang dengan bersabda,اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هِرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاءَكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara masa mudamu sebelum masa tuamu, masa sehatmu sebelum sakitmu, masa kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum masa sibukmu dan masa hidupmu sebelum kematianmu.”[Hadits riwayat Ibnu Abi Dunya dalam Qashrul Amal 111, al-Hakim 7846 dan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 10248]Nabi ﷺ memberikan arahan kepada umatnya agar memanfaatkan berbagai kesempatan dalam hidup ini untuk beramal demi akhirat dengan mengisi waktu dengan ketaatan, karena hal itu merupakan umur manusia di dunia ini dan simpanannya di akhirat hadits ini Nabi ﷺ memberitahu lima area dalam hidup yang bisa diambil manfaatnya sebelum datangnya lima halangan yang diperkirakan akan datang di masa depan1. Masa mudamu sebelum tuamuMaksudnya manfaatkanlah masa kuatmu saat masih muda untuk beribadah dan amal kebaikan lainnya sebelum masa tuamu dan masa lemahmu untuk melakukan Masa sehatmu sebelum masa sakitmuMaksudnya manfaatkanlah masa sehatmu dengan berbagai amal shaleh sebelum penyakit menghalangimu dari melakukan berbagai amal sakit seseorang tidak mampu untuk beramal atau merasa lemah untuk beramal karena penderitaan yang sedang dia rasakan dan sibuk dalam pengobatan dan seseorang di masa sehat senantiasa beramal shaleh secara rutin dan disiplin karena Allah maka di saat sakit dan tidak mampu mengamalkann amalan yang biasa dia lakukan, dia tetap ditulis mengamalkan amalan tersebut. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam haditsعن أبي موسى الأشعرِيِّ ـ رضي الله عنه ـ قَالَ قال رَسُول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ إِذَا مَرِضَ العَبْدُ أَوْ سَافَرَ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا». رواه البخاريDari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu anhu ia berkata,”Rasulullah ﷺ bersabda,”Apabila seorang hamba sakit atau sedang safar, ditulis untuknya amalan yang biasa dia kerjakan di saat masih sehat dan tidak bepergian.” [Hadits riwayat Al-Bukhari]Oleh karena itu, betapa besar kerugian orang yang tidak rajin beramal shaleh di masa sehat kemudian jatuh sakit. wal iyadzu Masa kayamu sebelum masa miskinmuMaksudnya, manfaatkanlah kemampuanmu untuk melakukan berbagai ibadah dan kebaikan dengan harta. Misalnya memenuhi kebutuhan anak istri, orang-orang miskin, bersedekah di berbagai pintu kebaikan seperti membangun masjid, membuat sumur, wakaf al-Quran dan Waktu luangmu sebelum masa sibukmuMaksudnya, hendaklah seseorang menyibukkan dirinya dengan berbagai ketataan dan kebaikan di waktu luangnya sebelum berbagai kesibukan datang seolah tanpa henti seperti menikah, kelahiran anak, mencari rezeki dan Masa hidupmu sebelum kematianmuMaksudnya, manfaatkanlah berbagai amal shaleh dalam hidup ini sebelum kematian menghalangimu untuk beramal. Lima keadaan ini tidak akan diketahui nilainya kecuali setelah semua itu sirna.[ii]بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُKhutbah keduaالحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَ اْلشُكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَ امْتِنَانِهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ اْلكَرِيْمِ وَ عَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُJadilah Anak-Anak AkhiratMa’asyiral Muslimin rahimakumullahHendaklah kita menyadari bahwa dunia ini adalah tempat singgah bukan tempat untuk menetap. Dunia ini fana dan bakal sirna. Kita akan segera saat ini sedang melakukan perjalanan menuju akhirat setiap hari, tanpa ada satu pun kekuatan yang bisa menghentikan perjalanan bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata,ارْتَحَلَتْ الدُّنْيَا مُدْبِرَةً، وَارْتَحَلَتْ الْآخِرَةُ مُقْبِلَةً، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابَ وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ”Dunia berjalan menjauhi kita dan akhirat datang menjelang di hadapan kita. Dunia dan akhirat masing-masing memiliki anak-anak. Maka jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia. Sesungguhnya hari ini adalah masa beramal dan tidak ada hisab perhitungan sedangkan besok adalah masa hisab dan tidak ada amal.”Orang yang cerdas adalah orang mampu menundukkan hawa nafsunya dan senantiasa beramal untuk kehidupan setelah orang yang lemah akalnya adalah orang yang senantiasa menuruti hawa nafsunya dan mengangankan dari Allah Ta’ala dengan berbagai macam angan-angan.[iii]Doa PenutupDemikianlah khutbah Jumat 5 perkara sebelum 5 perkara yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Marilah kita akhiri khutbah ini dengan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًااللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌاللهُمَّ اغْفِرْ لِلمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِاللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَ اْلمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلِّ اْلكُفْرَ وَاْلكَافِرِيْنَ يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَاللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ عَلَى اْلحَقِّ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَاهْدِهِمْ سُبُلَ السَّلَامِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْرَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌرَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِعباد الله إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ .اُذْكُرُوْا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ[i] Lihat dan Juga Tentang Khutbah Jum’at– Khutbah Jum’at Panjang Lengkap– Khutbah Jumat Tentang Waktu– Khutbah Jumat Luasnya Rahmat Allah– Khutbah Jumat Agar Hidup Penuh Berkah
Masa atau waktu memiliki keistimewaan dan hakikat yang luar biasa. Betapa hebatnya peringatan waktu hingga Allah Ta'ala bersumpah dengannya di dalam Al-Qur'an . Seperti dalam firman-Nya"Demi Masa, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran." Surah Al-'Ashr 1-3.Dalam surah lain, Allah Ta'ala juga bersumpah وَالضُّحٰىۙ "Demi waktu dhuha ketika matahari naik sepenggalahan." Surah Ad-Dhuha 1Kemudian Allah Ta'ala juga berfirmanوَالْفَجْرِۙ"Demi waktu fajar." Surah Al-Fajr 1Al-Habib Nabiel bin Syauqi Al-Qadri Pimpinan Majelis Hayyun Fii Qulubina mengingatkan kita tentang waktu dan perkara-perkara yang sering dilupakan. Dalam Muhasabah refleksi akhir tahun di Masjid An-Nabawi, Cipondoh, Tangerang, Habib Nabiel menukil sebuah hadis Nabi yang cukup Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah SAW pernah menasihati seseorang اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ"Manfaatkanlah 5 perkara sebelum 5 perkara 1. Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu. 2. Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. 3. Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu. 4. Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu. 5. Hidupmu sebelum datang matimu." HR. Al-HakimDalam syair seorang pujangga berkata "Andaikan masa muda kembali walau sehari, niscaya aku akan kabarkan bagaimana derita susahnya menjadi lansia orang tua.""Kita harus bersyukur atas karunia nikmat Allah Ta'ala. Jangan pernah menghitung nikmat Allah karena kita tidak akan sanggup menghitungnya. Kemarin ada Gerhana Matahari. Bagaimana planet yang diciptakan Allah beredar di dalam garis edarnya. Termasuk nikmat bernafas, nikmat alam dan nikmat hidup," terang Habib Nabiel mengajak umat Nabi Muhammad SAW agar bertaubat sebelum ajal menjemput. Sebagaimana sabda Rasulullah "Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama ruh belum sampai di tenggorokan." HR. AhmadNabi Muhammad SAW juga pernah bersabda kepada sahabat Mu'adz bin Jabal, "Demi Allah, aku sungguh mencintaimu. Aku wasiatkan padamu, janganlah engkau lupa untuk mengucapkan doa ini pada akhir salat sebelum salamاللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ"Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berzikir mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu." HR. Abu Daud dan AhmadSemoga keadaan ini mengingatkan kita betapa berharganya waktu. Jangan sampai kesadaran baru muncul ketika ruh berada di tenggorokan. Mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kita nikmat bertaubat sebelum wafat. Wallahu A'lam Bisshawabrhs
sumber gambar warahmatullahi Sebagian besar di antara kita pasti sering mendengar kalimat ingat 5 perkara, sebelum 5 perkara’. Ia kan? Karena selain menjadi pembahasan yang menarik, kalimat tersebut bahkan sudah ada lirik lagunya. Nah, tahukah kalian, bahwa ingat 5 perkara sebelum 5 perkara ini sangat pas jika diangkat menjadi kultum. Berikut adalah contoh kultum tentang 5 perkara sebelum 5 kultum 5 perkara sebelum 5 perkaraبسم الله الرحمن الرحيمالسلام عليكم ورحمة الله وبركاتهحَمْدًا و شُكْرًا وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَّ اِلَّا بِاللهِاَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ وَ الْحَاضِرَاتُ.......Marilah sama-sama kita bersyukur atas segala kenikmatan yang Allah berikan tanpa pernah putus ini. Semoga, segala nikmat yang diberikan Nya membuat kita semakin bertaqwa kepada Nya, dan menjadi hamba yang bersyukur. Shalawat dan salam kepada baginda Muhammad, yang syafaatnya selalu kita nantikan di hari kiamat kelak. Hadirin yang senantiasa dalam lindungan Allah. Sebagai seorang Muslim, kita mempunyai kewajiban atau keharusan untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Karena waktu adalah hal yang sangat berarti, yang mana, sedetik yang telah berlalu saja tidak dapat diulang. Itulah mengapa, di dalam sebuah hadis, Rasulullah mengingatkan kita akan 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallah alaihi wa sallam pernah memberikan nasehat kepada seseorang, yang berbunyiاِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ Yang artinya, Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni 1 Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, 2 Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, 3 Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, 4 Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan 5 Hidupmu sebelum datang matimu.” Masyaallah. Bukankah setiap kalimat dan pesan tersebut adalah keindahan? Sebuah nasehat yang menggugah hati. HR. Al HakimHadirin yang dirahmati oleh Allah. Nasihat yang diberikan oleh Rasulullah tersebut sudah sepatutnya kita jadikan sebagai bekal menghadapi kehidupan yang terus berjalan, dan tidak tahu kapan akan berhenti ini. Rasulullah menasehati kita, untuk memanfaatkan waktu muda sebelum waktu tua. Yang artinya, ketika kita muda bermalas-malasan beribadah, maka akan sangat sulit dipastikan masa tuanya dipenuhi dengan ibadah. Dan kita hanya akan menuai penyesalan dengan penyesalan. Kemudian, kita diminta untuk memanfaatkan kesehatan yang ada, sebelum datang rasa sakit. Ya, kita tidak akan pernah tahu kapan kita jatuh sakit. Itulah kenapa, saat tubuh ini masih sehat, masih bisa melakukan banyak amal baik, manfaatkan. Gunakan kesehatan itu dengan maksimal, sebelum kita benar-benar sakit. Kemudian, masa kaya sebelum miskin. Saudaraku, semua harta yang kita miliki saat ini hanyalah titipan dari Nya. Dan sudah seharusnya kita mendermakan harta tersebut untuk hal-hal baik. Karena sejatinya, ada hak orang lain di harta kita. Bersedekahlah selagi kita memiliki harta. Karena kita tidak pernah tahu, kapan titipan itu akan Allah ambil dari kita. Berikutnya, masa luang sebelum sibuk. Kalimat ini menunjukkan, bahwa kita harus mengerjakan urusan sesegera mungkin. Kemudian mengerjakan yang lainnya jika sudah selesai satu pekerjaan. Sementara yang terakhir adalah hidup sebelum mati. Kematian adalah sesuatu yang pasti. Sesuatu yang tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya. Maka sebelum kita mati, mari memaksimalkan semasa hidup dengan baik. Yakni dengan mengerjakan apa apa yang Allah perintahkan, dan meninggalkan apa apa yang Allah larang. Semoga Allah membantu kita untuk menjadi hamba Nya yang istiqamah di jalan Nya. Wassalamualaikum warahmatullahi dia kultum tentang 5 perkara sebelum 5 perkara. Semoga bermanfaat.
5 perkara sebelum 5 perkara lirik